| Let's travelling with me. Talk about it with me in: fatikhalarassinindyas@yahoo.co.id. or twitter : @raerinpark |
Alasan yang paling dasar kenapa saya bisa suka sama travelling itu klise banget, travelling itu adalah addiction yang amat sangat! Sering bikin orang sakau karena travelling sampai gak bisa ditahan lagi. Mungkin banyak orang sering sayang uangnya ‘dibelanjain’ buat travelling. Tapi, what should I do, kalo udah ada uang, buat apa tuh uang didiemin direkening padahal fungsi utama uang buat ‘dibelanjain’.
Bagi yang sama-sama addicted banget sama travelling, pastinya udah tau sendiri gimana nikmatnya travelling. Travelling bukan masalah dekat atau jauhnya, elit atau enggaknya, mahal apa enggaknya, yang penting itu tuh PASSION and TASTE yang kita dapetin!. Gak usah berburu lokasi di Bali yang ngongkos, atau ke luar negri yang jauh. Apalagi bagi seorang traveler yang masih se-ucrit saya ini. Well, I’m a girl, yang otomatis kalo mau nyiptain ide backpacking sendiri gak dibolehin orangtua. Juga karena saya masih belum punya KTP, karena saya masih 15 tahun. Juga saya masih ada dibangku SMA, yang ujug-ujug buat backpacking gak ada fulus-nya.
Banyak buku yang sudah saya baca, apalagi majalah serta pengalaman-pengalaman orang yang sudah biasa melanglang buana didunia per-travelling-an. Jujur saya kagum, sedikit iri, Karena mereka sudah bisa keluar kemana-mana sendiri. Kadang saya ingin jadi cepat besar supaya bisa langsung mblusuk-mblusuk kedaerah-daerah lain. Kalau bisa backpack keliling asia tenggara sendiri.
Well, ternyata travelling itu based on your heart, walaupun saya gak bisa keluar tanpa orangtua, toh orangtua saya juga seorang yang suka travelling. Nikmatin apa yang ada, maksimalkan kondisi dan suasana. Negri sendiri ternyata gak kalah hebat. Banyak daerah pelosok yang saya datengin lebih bagus dari pada daerah di Indonesia yang sudah ada banyak promosi.
Terkadang saya mengamati kota tinggal saya sendiri. Saya sadar sekarang kalau kota tempat tinggal saya saja, saya tak terlalu memahaminya. Ada banyak wisata yang ditawarkan. Bisa kuliner, budaya, bahkan sekadar take a walk a while dijalanan utama bisa bikin kita fresh walaupun cuma liat mobil, motor, plus tak lupa angkotnya.
Makna akhirnya, travelling is not about your money, the worthy, or even the story next. It’s about your mind, heart, and soul.


0 komentar:
Posting Komentar